Sambutlah senyum persahabatan saya :)
Selamat datang di rumah saya yang penuh dengan ide-ide dan cerita saya. Bagi sahabat yang ingin share atau menitipkan sebait 'senyum'nya dipersilahkan...

Tampilkan postingan dengan label catatan harian guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harian guru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

FITNAH

Pernahkah terpikir apa dampak kata demi kata penuh kebusukan yang kau umbar demi sebuah posisi?
Pernahkah kau merasa terluka seperti orang-orang yang terzalimi oleh mulutmu yang haus akan kemunafikan?
Air mata kami akan menjadi lautan maha luas yang harus kau seberangi di yaumil akhir.
Karena katamu, sejuta hati berdarah dan
perih bagai tersayat sembilu.


Wahai penguasa, dengarlah jerit kami di dalam hati.
kami bukanlah orang-orang pencari konflik.
kami juga bukan para sampah penjilat yang berada di sekitarmu.
mengais-ngais keburukan orang lain hanya untuk menyembunyikan wajah aslinya.
Lihatlah dengan hati,
Dengarlah dengan pikiran,
Kami bosan hanya dipersalahkan.
Kami juga ingin berbuat dengan ketenangan.


Allah, ampunkan kami para pendosa.
Yang tidak ingin terjerembab dalam lubang nista bernama munafik.
Pun yang tidak ingin terinjak oleh para iblis berwajah malaikat.

Senin, 18 April 2011


MENJADIKAN MATEMATIKA PELAJARAN YANG MENARIK

            Sudah bukan hal baru lagi, secara umum para siswa di seluruh Indonesia takut atau bahkan enggan belajar matematika apalagi siswa yang berada di daerah. Dengan alasan bermacam-macam mereka mencoba dibenarkan agar tidak belajar matematika. Matematika itu sulit, kilah mereka. Ternyata setelah diteliti kemampuan matematika dasar mereka sangat rendah. Apakah guru SDnya dipersalahkan untuk hal ini? Tentunya tidak. Setelah diadakan pembelajaran remedial matematika dasar, ternyata mereka masih kesulitan dalam belajar matematika. Apa orang tua yang dipersalahkan karena tidak memberi gizi yang cukup kepada anaknya sehingga otak mereka tidak mampu menyerap proses belajar di kelas. Tentunya tidak. Setelah diteliti kembali ternyata sikap dan mental para siswalah penyebabnya.
            Sangat jarang saya menemukan siswa yang memiliki sikap tidak gampang menyerah dalam dirinya. Para siswa lebih cenderung membiarkan atau kalau dilihat gurunya agak ‘kejam’ mereka berani mencontek hasil pekerjaan temannya. Satu lagi sikap buruk yang melekat pada siswa adalah curang. Saya tekankan pada siswa, boleh mencontek tapi menconteklah yang cerdas. Contek dan bertanyalah bagaimana caranya bukan seluruh jawaban dari a sampai z. Tapi larangan keras di saat UJIAN, Tidak boleh bertanya apalagi mencontek!
            Jika saya katakan sikap gampang menyerah banyak dimiliki para siswa ternyata sama halnya dengan guru. saya juga sering menemukan guru menyerah dengan keadaan siswa di dalam kelas. Karena secara umum guru hanya bertujuan menyampaikan materi pelajaran yang dibawakan di depan kelas. Bukan ‘mendidik’ tetapi hanya ‘mengajar’.
            Menurut KBBI pengertian mendidik adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan mengajar adalah memberi pelajaran. Apa yang menjadi tujuan anda?
            Berdasarkan Permen No.23 Tahun 2006 salah satu Standar Kompetensi Lulusan pelajaran matematika untuk tingkat SMK adalah menerapkan Matematika sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri, selain memahami dan mampu menggunakan konsep-konsep matematika dalam pemecahan masalah tentunya.
            Nyatanya di lapangan, siswa menganggap matematika pelajaran yang dapat diabaikan karena mereka tidak tahu apa gunanya belajar matematika.
Pembelajaran matematika yang menarik.
1  Mulailah selalu dengan senyuman yang tulus. Senyuman anda mengisyaratkan bahwa anda akan menyampaikan pelajaran yang mudah.
2.      Coba temukan kegunaan materi yang akan anda sampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi siswa sehingga para siswa akan merasa ‘nyaman’ dengan pelajaran yang anda berikan.
3.      Jelaskan dengan media-media pembelajaran. Karena objek matematika adalah unsur di alam yang telah mengalami abstraksi dan idealisasi.
4.      Kerjakan contoh soal bersama siswa. Minta mereka bertanya kepada anda apa yang belum mereka kuasai. Kalau perlu suruh satu orang siswa untuk mengulang penjelasan anda.
5.      Beri siswa latihan. Ingat anda jangan duduk! Berkelilinglah untuk menjalin ‘ikatan’ antara anda dan siswa.
6.      Selalu beri penghargaan sekecil apapun usaha mereka.
7.      Selamat mencoba para guru-guru bangsa.

Selasa, 15 Februari 2011

Everything is gonna be OK

14 feb 2011
 
Hari ini salah satu siswaku mencurahkan isi hatinya. dia bukan siswa yang cemerlang, bahkan bisa dikategorikan siswa malas. inilah cuplikan dialogku dengannya :

Aku (A) : "Kamu punya cita-cita, Nak?"
Beberapa saat dia terdiam. Hampir selalu seperti itu. jika aku bertanya kepada siswa-siswaku apa cita-cita mereka, mereka akan lama sekali menjawab. apa mereka tidak punya cita-cita? Lantas bagaimana mereka menyusun rencana masa depan mereka? :'(
Siswa (S) : "Ingin jadi orang kaya, Bu."
A : "Mengapa ingin jadi orang kaya?"
S : "Ya karena apa-apa enak, Bu."
A : "Maksudnya?"
S : "Mau apa tinggal ambil, bisa nyenengin orangtua."
A : "Trus, gimana kamu mewujudkannya?"
S : "Bekerjalah Bu."
A : "Kerja dengan orang?" Dia mengangguk. 
Begitu polos.
A : "Gimana bisa kaya kalau kerja dengan orang lain? Trus, nyenengin orang tua gimana maksud kamu?
S : "Saya anak ke-6 dari 8 bersaudara, Bu. Ibu saya menikah dua kali. dan sekarang ayah saya dua-duanya sudah meninggal. Mamak saya tinggal sama kakak di Medan. Saya tinggal sama abang saya di sini -batu bara-. Sedih bu tinggal dengan orang lain."
A : "Orang lain? Abang kandung kamu bilang orang lain?"
S : "Iya, abang saya memang, Bu. Tapi istrinya tidak suka melihat saya, tiap hari dia memarahi saya, dianggapnya saya beban bagi dia. padahal saya sudah membantu dia. memasukkan dagangannya. dia kan bedagang makanan, Bu. pernah saya lari, Bu. tidak tahan saya mendengar omelannya."
A : "Abang kamu bilang apa?"
S : "Diam aja. Dia lebih cinta istrinya daripada saya. Lain lagi mamak saya, Bu. walaupun tinggal sama kakak saya. tetap aja membantu di rumah itu. kasihan saya."
...
Hm... Di zaman yang serba cepat dan terbuka ini, masih ada secuil kisah klasik dari kemiskinan yang menorehkan luka bagi seorang anak bangsa. Siapapun engkau, dimanapun keberadaanmu, kapanpun itu jika diberikan amanah, LAKSANAKANlah dengan penuh kelembutan cinta dan tanggung jawab.